theycallmehell

demo live pertama windreels (waktu masih cuma berdua sama kak arif)..
record pake dslr, dengan banyak noise, lirik rancu, dan recorder fales hahahahaa..

arif on guitar, and
ael on shaker, recorder, pianika and glockenspiel.

just for fun (again)!
enjoy :D

kesalahan lirik dan efek-efek suara yang aneh..
ya begitulah…
*nyengir kuda*

hasil iseng jaming windreels.
windreels : Arif, Rudi, Rahel


salah kata, salah nada, mohon dimaafkan :)

hello!
we are windreels!
Arif and Rudi on guitar.
Rahel on vocal and shaker.
we just have fun, don’t take it serious :p

enjoy! :)

love will find the way…

love will find the way…

Listening to I’d Do It All Again by Corinne Bailey Rae

someone to love is bigger than your pride’s worth, is bigger than the pain you got for it hurts and out runs all of the sadness… – Preview it on Path.

aku iri pada tetes air hujan. yang dengan mudah jatuh, kemudian bisa meresap dan menyatu dengan tanah… – View on Path.

aku iri pada tetes air hujan. yang dengan mudah jatuh, kemudian bisa meresap dan menyatu dengan tanah… – View on Path.

Dear You… 16 Februari 2013.

orang lain,
bisa melihat senyum mu…
mendengar suara mu…
tertawa bersama mu…
menyentuh mu…
semua yang hanya ada dalam kenanganku, yang terus aku genggam erat, yang tak sampai hati aku akan melupakan setiap atom dari kenangan bersamamu.

aku…
merindukanmu. sangat.

seberapa kuat pun aku menutupi nya,
airmata tidak pernah berbohong.
apalagi hati kecilku.

harus berapa waktu lagi aku habiskan untuk menggerogoti hati ini dengan rindu?
berapa tusukan tajam lagi yang harus di terima hatiku?
berapa senyum palsu lagi yang harus aku buat di depan mereka, ketika nama mu mereka sebut?

sekali lagi…
aku… merindukanmu.

kalau aku satu hal yang sangat aku inginkan malam ini,
adalah kami juga merindukanku.
dan bukan hanya rasa,
tapi kata juga terucap.

mengapa kamu begitu kuat menahan perasaanmu?
apa cinta ini begitu terlarang?
begitu menyakitkan bila terungkap?
sangat tertolak oleh mereka?

lantas,
mengapa kita masih saja menyebut rasa ini sebuah cinta?

ketiga kali, keempat, dan selanjutnya,
sampai tak ada bilangan yang dapat tertulis…
aku… merindukanmu.